Ziarah ke Makam Para Sahabat di Jordan

Ziarah ke Makam Para Sahabat di Jordan: Mengikuti Jejak Sejarah Islam

Jordan (Yordania) bukan hanya negara transit menuju Masjidil Aqso. Tanah ini juga menyimpan makam para sahabat Nabi Muhammad SAW dan pejuang Islam yang gugur dalam berbagai perang membela agama Allah. Bagi umat Islam, ziarah ke makam-makam ini adalah cara untuk mengenang pengorbanan mereka dan memperkuat iman.

Artikel ini akan membahas lokasi-lokasi makam sahabat di Jordan, keutamaan ziarah, dan panduan praktis untuk mengunjunginya.

Mengapa Jordan Menyimpan Banyak Makam Sahabat?

Jordan terletak di persimpangan jalan antara Arab Saudi, Suriah, dan Palestina. Sejak awal Islam, wilayah ini menjadi jalur perdagangan dan perjalanan pasukan Islam. Beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi di wilayah yang kini menjadi Jordan:

  • Perang Mu’tah (629 M): Perang pertama antara pasukan Muslim dan Bizantium. Tiga komandan Muslim gugur di sini: Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah.
  • Perang Yarmouk (636 M): Kemenangan besar pasukan Islam atas Bizantium yang membuka jalan ke Suriah dan Palestina.
  • Penaklukan Yerusalem: Pasukan Islam melewati Jordan saat membebaskan Yerusalem dari penjajahan Romawi.

Banyak sahabat dan tabiin yang menetap dan meninggal di wilayah ini, menjadikan Jordan sebagai salah satu negara dengan makam sahabat terbanyak di luar Arab Saudi.

Makam-Makam Sahabat Utama di Jordan

1. Makam Ja’far bin Abi Thalib ra. — Al-Mazar, Al-Karak

Ja’far bin Abi Thalib adalah sepupu Nabi Muhammad SAW dan salah satu sahabat yang paling dicintai. Beliau gugur dalam Perang Mu’tah setelah kehilangan kedua tangannya saat memegang bendera perang. Nabi Muhammad SAW menyebutnya sebagai “Ja’far yang terbang” (Ja’far at-Tayyar) karena Allah mengganti kedua tangannya dengan sayap di surga.

Makam Ja’far terletak di Al-Mazar, dekat Al-Karak, sekitar 130 km selatan Amman. Kompleks makam ini juga mencakup makam dua sahabat lainnya yang gugur dalam perang yang sama.

  • Alamat: Al-Mazar, Al-Karak Governorate, Jordan
  • Akses: 2 jam berkendara dari Amman via King’s Highway
  • Tiket: Gratis

2. Makam Zaid bin Haritsah ra. — Al-Mazar, Al-Karak

Zaid bin Haritsah adalah anak angkat Nabi Muhammad SAW sebelum Islam melarang pengangkatan anak. Beliau adalah salah satu sahabat pertama yang memeluk Islam dan menjadi komandan pasukan Muslim dalam Perang Mu’tah. Zaid gugur sebelum Ja’far dalam pertempuran tersebut.

Makam Zaid terletak berdekatan dengan makam Ja’far di kompleks yang sama di Al-Mazar.

3. Makam Abdullah bin Rawahah ra. — Al-Mazar, Al-Karak

Abdullah bin Rawahah adalah komandan ketiga dalam Perang Mu’tah. Setelah Zaid dan Ja’far gugur, beliau mengambil alih komando sebelum akhirnya gugur juga. Abdullah bin Rawahah dikenal sebagai penyair yang membela Islam dengan puisinya.

4. Makam Muaz bin Jabal ra. — Al-Shuna Al-Shamaliyah

Muaz bin Jabal adalah sahabat yang dikenal sebagai ulama terbesar di kalangan sahabat. Nabi Muhammad SAW menyebutnya sebagai “orang yang paling mengetahui tentang halal dan haram.” Beliau meninggal di Jordan karena wabah penyakit.

Makam Muaz terletak di Al-Shuna Al-Shamaliyah, dekat perbatasan Suriah, sekitar 80 km utara Amman.

5. Makam Abu Ubaidah bin al-Jarrah ra. — Al-Shuna Al-Shamaliyah

Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah salah satu sahabat yang dijamin masuk surga oleh Nabi Muhammad SAW (Ashara Mubashara). Beliau adalah komandan pasukan Islam yang berhasil menaklukkan Suriah dan meninggal karena wabah Tha’un Amwas.

Makam Abu Ubaidah terletak di lembah Yordania dekat perbatasan Suriah.

6. Makam Syurahbil bin Hasanah ra.

Syurahbil bin Hasanah adalah sahabat yang ikut dalam penaklukan Suriah dan Palestina. Beliau meninggal di Jordan dan makamnya menjadi tujuan ziarah.

7. Makam Amir bin Abi Waqqas ra.

Amir bin Abi Waqqas adalah sahabat yang ikut dalam Perang Yarmouk. Makamnya terletak di dekat Al-Shuna Al-Shamaliyah.

Keutamaan Ziarah ke Makam Sahabat

Ziarah ke makam para sahabat memiliki beberapa keutamaan:

  • Mengenang pengorbanan: Sahabat-sahabat Nabi mengorbankan harta, jiwa, dan waktu mereka untuk menyebarkan Islam. Ziarah adalah cara kita menghargai pengorbanan mereka.
  • Memperkuat iman: Mengunjungi tempat-tempat bersejarah Islam mengingatkan kita pada perjuangan generasi terbaik umat ini.
  • Mendoakan: Kita bisa mendoakan para sahabat yang telah mendahului kita.
  • Belajar sejarah: Ziarah adalah cara belajar sejarah Islam yang lebih hidup daripada membaca buku.

Panduan Praktis Ziarah ke Makam Sahabat di Jordan

1. Rute yang Disarankan

Jika Anda melakukan spiritual journey ke Aqso melalui Jordan, berikut rute ziarah makam sahabat yang disarankan:

  1. Hari 1-2: Tiba di Amman, istirahat dan eksplorasi kota
  2. Hari 3: Ziarah ke makam Muaz bin Jabal, Abu Ubaidah, dan sahabat lainnya di Al-Shuna Al-Shamaliyah (80 km utara Amman)
  3. Hari 4: Perjalanan ke Al-Karak via King’s Highway, ziarah ke makam Ja’far, Zaid, dan Abdullah bin Rawahah di Al-Mazar
  4. Hari 5: Lanjutkan perjalanan ke Aqso via perbatasan Allenby/King Hussein Bridge

2. Tips Kunjungan

  • Berpakaian sopan: Kenakan pakaian yang menutup aurat. Wanita sebaiknya mengenakan jilbab.
  • Bawa air minun: Jordan memiliki iklim kering, terutama di daerah selatan.
  • Gunakan pemandu lokal: Pemandu lokal bisa membantu navigasi dan memberikan konteks sejarah.
  • Hormati adab ziarah: Jangan mengusap atau mencium makam. Cukup berdoa dan mengucapkan salam.
  • Waktu terbaik: Pagi atau sore hari untuk menghindari panas terik.

3. Estimasi Biaya

  • Transportasi dari Amman ke Al-Shuna: ~30 JOD (taksi/sewa mobil)
  • Transportasi dari Amman ke Al-Karak: ~40-50 JOD
  • Tiket masuk: Gratis untuk semua makam sahabat
  • Akomodasi di Amman: 30-80 JOD/malam tergantung hotel

Adab Ziarah ke Makam Sahabat

Saat mengunjungi makam para sahabat, perhatikan adab berikut:

  1. Niat yang ikhlas: Niatkan ziarah untuk mengenal sejarah Islam dan mendoakan para sahabat.
  2. Membaca salam: Ucapkan salam saat memasuki area makam.
  3. Berdoa: Mendoakan para sahabat dengan doa yang baik.
  4. Tidak berlebihan: Jangan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat seperti meminta pertolongan dari orang yang sudah meninggal.
  5. Menjaga kebersihan: Jangan membuang sampat sembarangan di area makam.

Kesimpulan

Ziarah ke makam para sahabat di Jordan adalah pengalaman spiritual yang sangat berharga. Selain memperkuat iman, ziarah ini juga memberikan perspektif baru tentang sejarah Islam dan pengorbanan generasi terbaik umat ini.

Jika Anda merencanakan spiritual journey ke Aqso, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi makam-makam sahabat di Jordan. Panorama Nur Mecca menyediakan paket trip yang mencakup ziarah ke makam sahabat sebagai bagian dari perjalanan spiritual Anda.

Baca juga: Panduan Lengkap Spiritual Journey ke Masjidil Aqso 2026

Rencanakan Ziarah ke Makam Sahabat & Aqso

Konsultasi gratis dengan tim Panorama Nur Mecca

💬 Chat WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top