Sejarah Islam di Jordan: Mengenal Akar Peradaban Muslim di Tanah Levant

📅 26 June 2026👤 admin👁 2x dibaca

Sejarah Islam di Jordan: Mengenal Akar Peradaban Muslim di Tanah Levant

Jordan, atau secara resmi Kerajaan Hasyimiyah Yordania (Hashemite Kingdom of Jordan), adalah salah satu negara Timur Tengah yang menyimpan kekayaan sejarah Islam yang luar biasa. Sejak zaman para nabi hingga era modern, tanah ini menjadi saksi bisu atas berbagai peristiwa penting yang membentuk peradaban Islam seperti yang kita kenal saat ini. Bagi Anda yang berencana melakukan spiritual journey ke Aqso, memahami sejarah Islam di Jordan akan menambah kedalaman makna perjalanan rohani Anda.

Negara yang berbatasan dengan Palestina, Suriah, Irak, dan Arab Saudi ini memiliki posisi strategis yang menjadikannya penghubung antara berbagai peradaban. Dalam catatan sejarah, Jordan telah menjadi tempat berkembangnya agama Islam, pusat-pusat kajian keislaman, dan lokasi-lokasi bersejarah yang hingga kini masih terjaga dengan baik. Artikel ini akan mengajak Anda menyelami jejak-jejak sejarah Islam di Jordan dari masa ke masa.

Awal Mula Islam Masuk ke Jordan

Islam masuk ke wilayah Jordan pada abad ke-7 Masehi, tidak lama setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M. Wilayah yang saat itu merupakan bagian dari Bizantium (Romawi Timur) ini kemudian mengalami transformasi monumental bawah kepemimpinan khalifah-khalifah Rasyidin.

Pada tahun 636 M, tentara Muslim di bawah panglima Khalid ibn al-Walid dan Abu Ubaidah ibn al-Jarrah berhasil mengalahkan pasukan Bizantium dalam Pertempur Yarmouk — salah satu pertempuran paling menentukan dalam sejarah Islam. Pertempuran yang terjadi di bagian utara Jordan ini membuka jalan bagi penyebaran Islam ke seluruh Levant, termasuk Suriah dan Palestina.

Ketika Islamic Yerusalem dibuka (Fathu al-Quds) pada tahun 637 M di bawah kepemahan Umar ibn Khattab, wilayah Jordan menjadi bagian integral dari dunia Islam yang baru terbentuk. Umar sendiri konon pernah mengunjungi wilayah ini dan memberikan kebebasan beragama kepada penduduk non-Muslim melalui perjanjian perlindungannya yang terkenal.

Dinasti Umayyah dan Perkembangan Peradaban Islam di Jordan

Salah satu periode paling berpengaruh dalam sejarah Islam di Jordan adalah era Kekhalifahan Umayyah (661-750 M). Umayyah Yerusalem, yang meliputi wilayah Jordan, menjadi ibu kota khalifah yang membangun berbagai struktur monumental di wilayah ini.

Khalifah Abd al-Malik (berkuasa 685-705 M) membangun Dome of the Rock (Qubth al-Shaqrafi) kompleks Masjidil Aqso — selesai pada tahun 72 H (691 M) — yang kini menjadi ikon peradaban Islam. Mungkin banyak yang tidak tahu, “Masjid Qubth al-Shaqrafi” ini memiliki tinggi sekitar 35 meter dari dasar (hilltop), kira-kira tiga kali lebih tinggi dibanding pintu Gerbang Yerusalem. Pesan utama khalifah ini ingin menunjukkan keagungan Islam di atas kuil-kuil agama lain yang dulu berkuasa di kota tersebut.

Pada periode Umayyah, Jordan juga menjadi jalur perdagangan utama yang menghubungkan Mekkah, Madinah, dan Damaskus. Kota-kota seperti Amman (dulu Filadelfia Romawi), Jerash (Gerasa gerom), dan Al-Karak mulai berkembang sebagai pusat-pusat studi keislaman dan perdagangan. Para sahabat yang hijrah ke wilayah ini menjadi penyebar Islam yang efektif, mengajarkan ajaran Rasulullah SAW kepada penduduk setempat.

Zaman Kesultanan Mamluk dan Ottoman

Setelah masa kejayaan Umayyah, Abbasiyah, dan Ayyubiyah, Jordan di bawah pemerintah Dinasti Mamluk (1250-1517) dan Kesultanan Ottoman (1517-1918). Masa ini ditandai dengan pembangunan masjid-masjid bersejarah, madrasah, dan infrastruktur perjalanan haji yang melewati jalur darat ke Mekkah. Jalur haji ini mengarah ke selatan Jordan, menuju Aqtabah dan ke Laut Mati.

Di bawah pemerintah Ottoman, Jordan (yang saat itu bagian dari Mutasarrifiah al-Quds) menjadi titik penting dalam jaringan perjalanan haji dari seluruh dunia Islam, termasuk dari Nusantara. Jalur Hijaz Amman-Jerusalem menjadi salah satu rute utama jamaah haji yang berangkat dari Levant menuju Tanah Suci. Banyak jamaah Indonesia tempo dulu yang menyebut “Jalur Damaskus” sebagai salah satu rute alternatif ke Tanah Suci selain jalur laut.

Peran Sahabat Nabi di Jordan

Beberapa sahabat nabi Muhammad SAW dimakamkan di Jordan, menjadikan negara ini sebagai tempat ziarah yang sangat istimewa bagi umat Islam. Makam-makam sahabat tersebar di berbagai wilayah:

  • Makam Ja’far ibn Abi Thalib — sepupu Nabi dan Sahabat utama, dimakamkan di Mu’tah (selatan Amman). Pertempuran Mu’tah (629 M) menjadi tempat beliau gugur sebagai syuhada.
  • Makam Abdullah ibn Rawahah — salah satu sahabat yang gugur dalam Pertempuran Mu’tah, dimakamkan di Mu’tah.
  • Makam Mu’awiyah (bukan Mu’awiyah ibn Abi Sufyan sang khalifah, tapi Mu’awiyah ibn Maysirah al-Hindi) — penghafal Al-Quran yang dimakamkan di Jordan bagian selatan.
  • Makam Abu Ubaydah ibn al-Jarrah — salah satu Sahabat yang dijanjikan surga, dimakamman di Ghabiah, Jordan bagian selatan.
  • Makam Syurahbil ibn Hasanah (Amr bin Abi Thalbin) — sahabat yang berperan penting dalam penaklukan Yerusalem.

Jejak Peradaban Islam yang Masih Bertahan

Hingga kini, Jordan masih menyimpan berbagai sisa-sisa peradaban Islam yang menjadi bukti sejarah berharga. Berikut beberapa lokasi bersejarah Islam di negara ini:

1. Masjid Al-Qala’a (Mesjid Qal’ah) di Karak: Sebuah masjid abad ke-12 yang masih berfungsi hingga kini, terletak di dalam Benteng Kerajaan Kassit di kota Karak.

2. Masjid Abidin Amman: Masjid bersejarah di jantung kota Amman yang dibangun di atas reruntuhan bangunan Romawi. Masjid ini menjadi simbol Islam di ibu kota, dengan kubah dan menara yang dominan.

3. Reruntuhan Umari Mosque di Salt: Salah satu masjid tertua di Jordan yang dibangun pada masa Umayyah Awwalin, menunjukkan arsitektur Islam klasik dengan batu-batu besar khas Levant.

4. Sistem pengiriman air Ottoman (Qanat): Jaringan saluran air yang dibangun Ottoman di Amman hingga Karak menjadi contoh teknik rekayasa Islam abad pertengahan yang canggih.

Mengapa Sejarah Ini Penting untuk Spiritual Journey ke Aqso

Memahami sejarah Islam di Jordan menambah dimensi spiritual perjalanan Anda. Ketika Anda berziarah ke Masjidil Aqso, Anda tidak hanya mengunjungi bangunan fisik, tetapi juga menyentuh jejak perjuangan para sahabat, nabi-nabi, dan ulama yang telah membentuk warisan keisliman yang kita nikmati saat ini.

Jordan dan wilayahnya yang sekarang (termasuk Yerusalem) merupakan tempat tiga agama Abrahamik bertemu dan berinteraksi selama ribuan tahun. Dengan memahami konteks sejarahnya, Anda akan lebih menghargai arti pentingnya menjaga keharmonisan antaragama serta warisan peradaban Islam yang agung.

Banyak ulama besar yang lahir dan dibesarkan di wilayah ini, antara lain:
Imam Abu Hanifah — pendiri mazhab Hanafi, lahir di Kufa (wilayah Iraq modern, dekat dengan Jordan) dan pernah belajar di Madinah dan Mekkah serta wilayah Yarmouk.
Imam Malik ibn Anas — pendiri mazhab Maliki, berasal dari Madinah, pusat studi utamanya di wilayah Hijaz yang berbatasan dengan Jordan bagian barat daya.
Imam al-Ghazali — Hujjatul Islam, pernah mengunjungi Yerusalem dan Masjidil Aqso, menyebutkan keutamaan tempat-tempat suci dalam karyanya “Ihya Ulumuddin”.
Ibn Taimiyah — ulama besar yang lahir di Harran (Suriah utara, dekat Jordan). Beliau menulis banyak karya tentang pentingnya Yerusalem dalam Islam dan terlibat dalam perlawanan terhadap Mongol di Levant.

Jordan Era Modern dan Hubungan dengan Indonesia

Pada era modern, Jordan di bawah pemerintah Kerajaan Hasyimiyah tetap menjaga warisan sejarahnya dengan baik. Kerajaan ini bahkan menjadi salah satu negara Arab yang paling progresif dalam melestarikan situs-situs bersejarah Islam. Pemerintah Jordan secara aktif memugar masjid-masjid tua dan membangun infrastruktur untuk memudahkan ziarah umat Islam dari seluruh dunia.

Hubungan antara Jordan dan Indonesia juga sangat erat. Setiap tahun, ribuan jamaah Indonesia yang berziarah ke Aqso melewati Jordan. Pemerintah Indonesia bahkan memiliki kemitraan khusus dengan Kerajaan Jordan dalam hal pengelolaan tempat-tempat suci dan program ibadah haji/umroh. Banyak ulama Indonesia yang menuntut ilmu di universitas-universitas Jordan, seperti Universitas Al-Aqsa (Yerusalem) dan Universitas Jordania (Amman).

Baca Juga

Mau Mulai Spiritual Journey ke Aqso?

Konsultasi gratis dengan tim kami

💬 Chat WhatsApp

🕌 Siap Menapaki Jejak Sejarah Islam?

Wujudkan mimpi Anda untuk berziarah ke tanah suci bersama Umroh Plus Aqsa. Konsultasikan kebutuhan ibadah Anda dengan tim kami — gratis dan tanpa komitmen.

💬 Chat WhatsApp Sekarang

📞 0821-1268-5085 • Konsultasi GRATIS • Berangkat dari Berbagai Kota

📢 Bagikan: 📘 Facebook
A

admin

Tim konten digital profesional yang mengkhususkan diri dalam produksi artikel SEO berkualitas tinggi untuk industri travel haji & umroh.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Chat Kami
Scroll to Top